PEMANFATAANJAGUNG(ZEAMAYS)SEBAGAIBAHAN PANGAN LOKAL MPASI PADA BAYI USIA 10-12 BULAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Keywords:
Stunting, CornAbstract
LatarBelakang:Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia,
disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode 1000 Hari Pertama
Kehidupan (HPK). Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan optimalisasi pemberian Makanan
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) berbasis pangan lokal bergizi seimbang. Jagung (Zea mays) merupakan
bahan pangan lokal yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber energi dan zat gizi penting untuk bayi usia
10–12 bulan. Tujuankegiatan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah bahan pangan bernilai
gizi tinggi terutama dalammengatasi stunting pada anak. Metode: Kegiatan ini menggunakan metodePratisipativ
Rural Appraisal (PRA) yaitu terkait pengolahan MPASI darijagungdari mulai teori hingga praktik pengolahan
jagungmenjadi pudding yang dilakukan oleh kaderposyandubayi dan balita dan orang tua yang memilikibayi dan
balita. Hasil kegiatan: Demontrasi pembuatan panganan lokal dari jagungberpengaruh positif terhadap
peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan jagungsebagai MP ASI untukmengatasi
stunting, peningkatan pengetahuan ini ditunjukkan dari kemampuan peserta menjelaskan manfaat, menyebutkan
langkah pembuatan, serta kesiapan untuk mengimplementasikan sehari-hari. Kesimpulan:Kegiatanpembuatan
MP ASI darijagung untuk meningkatkanpengetahuanmasyarakatmengenaicaramemanfaatkanbahanlokal,
sepertijagungsebagai MPASI untuk mengatasi stunting, serta dapat mengolahjagungmenjadianekajenismakanan
yang lain.